Jadi orang yang cupu itu nggak
enak banget. Waktu pertama kali masuk SMP gue bener-bener cupu abis. Gue hitam,
kecil, gigi berantakan sampai ada gigi yang tumbuh di lidah, rambut agak
klimis, dan sulit untuk bergaul dengan siswa-siswa gaul di sekolah gue waktu
itu. Gue lebih mirip dengan sikat kloset yang selalu menyendiri di sudut kamar
mandi. Kayaknya sih gitu
Karena gue sulit untuk
bergaul, teman yang gue punya di SMP pun nggak banyak. Oleh karena itu, berbeda
dengan teman-teman gue yang lain, mereka sepulang sekolah pasti nongkrong di suatu tempat. Entah dimana.
Sedangkan gue berangkat-sekolah-pulang. Mungkin karena gue masih takut akan
dunia luar yang pada saat itu lagi jaman yang namanya tawuran. Gue pernah melihat aksi teman gue yang mengerikan.
Di tengah lapangan Franky
memutar-mutarkan ikat pinggang layaknya seorang cowboy. Seperti sedang tawuran dan seperti banyak musuh didepannya,
dia berteriak “MAJU LOOO MAJU LOO!!!”. Semakin cepat dia memutarkan ikat
pinggangnya, semakin keras Franky berteriak, ikat pinggang itu tiba-tiba
menjuntai tepat ke hidung dia sendiri sampai hidungnya lenyap seperti Voldemort. Setelah kejadian ini, gue
semakin takut untuk bermain dengan teman di sekolah, dan lebih memilih
menyendiri.
Sepulang dari sekolah, gue biasanya
bermain dengan robot-robotan yang gue punya. Gue bermain dengan robot layaknya
robot itu hidup. Robot Power Ranger
di tangan kanan dan robot anjing biru hadiah dari McD di sebelah kiri. Ini
seperti menjadi sebuah cerita “Power Ranger vs Anjing”.
Kira-kira seperti ini naskah cerita
“Power Ranger VS Anjing”:
Power ranger merah: “Ayo serang
anjing itu!!!”
Power ranger biru : “Memangnya apa
salah dia sampai kita harus menyerang dia?!”
Power ranger pink: “Iya kan kasihan
dia.”
Tamat.
Gue bermain dengan robot cukup lama,
kira-kira dalam satu hari menghabiskan waktu 5 menit. Ini waktu yang cukup lama
dan sangat melelahkan. Terlalu lelahnya gue, membuat gue tidur selama 4 hari.
WTF!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
zzzzzzzZZZZZZZZZZzzzzzzzzzzzzzzz
Di malam yang indah, gue bermain di
sekitar rumah ditemani bulan, bintang, dan bayangan diri gue sendiri. Seperti
yang gue bilang, gue emang penyendiri. Lagi asyik bermain, tiba-tiba gue
melihat benda aneh yang cukup besar. Karena penasaran, gue mendekati benda
tersebut. Dan ternyata itu
adalah............................................... telur dinosaurus yang
sudah agak retak. Ini dia gambarnya:
Awalnya gue takut, karena gue
membayangkan setelah telur ini menetas, dinosaurus akan memangsa gue
hidup-hidup. Namun, setelah gue perhatikan, dugaan gue itu tidak benat. Satu
kaki mungil keluar, dua kaki mungil keluar, lalu dia berlari, gue terdiam. Dia
menangis, gue tersenyum. Dia berduka, gue bahagia. Dia pergi, gue kembali.
Mungkin kita tak akan bersama.
Gue bahas apa tadi? Maaf nulis sambil
galau.
Setelah dinosaurus itu keluar dari
telurnya, dia melihat ke arah gue. Gue melihat ke arah dia. Seperti mata kita
saling bicara... lalu dia mendekati gue, dia menyentuh jemari kaki gue, dan dia
memakan jempol kaki gue yang baunya seperti kumpulan makanan basi yang di
kumpulkan pada suatu ruangan yang terbuat dari sampah. Entahlah... kemudian dia
pingsan.
Gue membawa dia ke rumah dan merawat
Dino layaknya seorang ibu. Gue bermain bersama-sama setiap hari dengan Dino. Sampai
dia berusia 17 tahun gue masih sering main bareng Dino. Karena dia sudah ABG,
gue jadi sering curhat tentang gebetan, dan malam minggu gue lebih sering
dihabiskan bermain bersama Dino. Dari mulai nongkrong
di pos RT sampai nongkrong di Kemang.
Susah senang kita lalui bersama
seperti sepasang sahabat yang tidak bisa dipisahkan. Kenapa gue yakin Dino itu
sahabat terbaik gue? Karena dia selalu ada buat gue disaat senang maupun susah.
Pernah disaat tangan gue sakit dan tidak bisa melakukan aktivitas dengan
tangan, dia ada untuk gue. Dari mulai gue disuapin sampai gue dimandiin.
Pokoknya lengkap. Ini dia yang namanya sahabat.
Gue menganggap Dino sebagai sahabat
sejati. Karena dia selalu menemani gue sepanjang tidur gue, sampai gue sadar
dari mimpi gue, dan terbangun dari tidur selama 4 hari.

No comments:
Post a Comment