Wednesday, April 10, 2013

Ayo Tertawa


              Kalau sudah malam itu tidur. Nah, pagi-pagi harus bangun dari tidur. Karena nggak akan ada “bangun tidur” kalau nggak “tidur”. Tapi kalau nggak ada “tidur” itu pasti nggak ada “bangun tidur”. Ini maksudnya apa? Ini nggak penting banget. Gue juga males bahasnya.

              Biasanya kalau pagi itu waktunya gue bangun dari tidur. Seperti layaknya manusia labil yang butuh kasih sayang, yang gue check setelah bangun dari tidur adalah burung gue. Ini bukan burung biasa, ini burung biru. Hmm you know lah ini Twitter kok. Setelah liat burung, gue langsung mandi. Sebelum mandi pasti gue pergi ke kamar mandi dulu. Nggak mungkin kan gue langsung mandi di kasur? Nah di kamar mandi gue check burung lagi. Sebelum tambah macem-macem mendingan gausah dibahas ya apa yang terjadi di kamar mandi.
            Setelah mandi biasanya gue bercermin dan menertawakan diri gue sendiri yang aneh banget wujudnya. Dari muka gue yang nggak simetris, sampai gigi gue yang nggak simetris. Gue tertawa sepanjang cermin....

            Ditemani Spongebob Squarepants, gue sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Setiap sarapan, memang gue selalu ditemenin sama kartun Spongebob Squarepants. Pagi hari gue selalu diawali dengan menertawakan tingkah laku makhluk-makluk laut yang hidup dalam satu komplek.

            Kartun Spongebob Squarepants itu gue nggak ngerti apa jalan pikiran si penulis cerita. Ada busa berwarna kuning, gurita, dan bintang laut yang tinggal dalam satu RT sepertinya. Yang paling gue nggak ngerti itu kenapa ada tupai di dalam laut? Kenapa? Apa maksudnya? Dari mana dia datang?

            Cukup lelah mengocok perut, biasanya gue pergi ke sekolah menggunakan byson terbang. Agak mirip Avatar sih tapi gue hitam, tidak botak, dan tidak punya jurus pengendalian apapun. Satu-satunya jurus yang gue punya cuma tertawa.

            Jika ada orang menyepelekan tertawa, justru gue punya jurus yang namanya tertawa. Mengapa demikian? Mengapa ini termasuk ke dalam kategori jurus? Karena tertawa mengeluarkan energi. Karena tertawa itu adalah emosi yang menyenangkan dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Kayaknya sih gitu.


            Tanpa kalian sadari, atau mungkin kalian pura-pura tidak sadar, tertawa itu bisa menghilangkan stress, badmood, dan berbagai macam hal-hal yang mengganggu pikiran untuk sementara. Gue pernah coba itu dan hasilnya berhasil. Tertawa bukan sembarang tertawa. Untuk mengeluarkan jurus yang sempurna, ini tidak hanya membutuhkan energi. Tapi tertawa juga membutuhkan objek. Nggak mungkin lagi gue badmood tiba-tiba maksain ketawa-ketawa sendiri. Kalau orang tua gue melihat gue seperti itu mungkin mereka buru-buru ngambil handphone dan langsung menelpon rumah sakit jiwa. Sungguh ironis.

            Ketika kamu benar-benar sendiri, ketika kamu benar-benar stress, dan tidak ada yang bisa membantu, maka carilah objek dan persiapkan energi untuk mengeluarkan emosi yang terpendam (gue lebih sering menyebutnya dengan jurus tertawa), setelah emosi yang terpendam itu keluar, pasti kamu akan merasa lebih baik dari sebelumnya.

            Karena suatu hal mutlak. Dibalik kesedihan dan kesusahan pasti ada kebahagiaan. Tertawalah jika kamu masih bisa tertawa. Dan berhati-hatilah tertawa berlebihan bisa menyebabkan kesedihan. Begitu juga dengan sedih berlebihan pasti akan menimbulkan tawa setelah sedih. Karena gue percaya, setelah panas pasti ada hujan, dan setelah hujan masih ada pelangi.

No comments:

Post a Comment

Click here