Kalau sudah malam itu tidur. Nah,
pagi-pagi harus bangun dari tidur. Karena nggak akan ada “bangun tidur” kalau
nggak “tidur”. Tapi kalau nggak ada “tidur” itu pasti nggak ada “bangun tidur”.
Ini maksudnya apa? Ini nggak penting banget. Gue juga males bahasnya.
Biasanya kalau pagi itu waktunya gue
bangun dari tidur. Seperti layaknya manusia labil yang butuh kasih sayang, yang
gue check setelah bangun dari tidur
adalah burung gue. Ini bukan burung biasa, ini burung biru. Hmm you know lah ini Twitter kok. Setelah liat burung, gue langsung mandi. Sebelum mandi
pasti gue pergi ke kamar mandi dulu. Nggak mungkin kan gue langsung mandi di
kasur? Nah di kamar mandi gue check burung
lagi. Sebelum tambah macem-macem mendingan gausah dibahas ya apa yang terjadi
di kamar mandi.
Setelah mandi biasanya
gue bercermin dan menertawakan diri gue sendiri yang aneh banget wujudnya. Dari
muka gue yang nggak simetris, sampai gigi gue yang nggak simetris. Gue tertawa
sepanjang cermin....
Ditemani Spongebob Squarepants, gue sarapan
sebelum berangkat ke sekolah. Setiap sarapan, memang gue selalu ditemenin sama
kartun Spongebob Squarepants. Pagi
hari gue selalu diawali dengan menertawakan tingkah laku makhluk-makluk laut
yang hidup dalam satu komplek.
Kartun Spongebob Squarepants itu gue nggak
ngerti apa jalan pikiran si penulis cerita. Ada busa berwarna kuning, gurita,
dan bintang laut yang tinggal dalam satu RT sepertinya. Yang paling gue nggak
ngerti itu kenapa ada tupai di dalam laut? Kenapa? Apa maksudnya? Dari mana dia
datang?
Cukup lelah mengocok
perut, biasanya gue pergi ke sekolah menggunakan byson terbang. Agak mirip Avatar sih tapi gue hitam, tidak botak,
dan tidak punya jurus pengendalian apapun. Satu-satunya jurus yang gue punya
cuma tertawa.
Jika ada orang
menyepelekan tertawa, justru gue punya jurus yang namanya tertawa. Mengapa
demikian? Mengapa ini termasuk ke dalam kategori jurus? Karena tertawa
mengeluarkan energi. Karena tertawa itu adalah emosi yang menyenangkan dan
bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Kayaknya sih gitu.
Tanpa kalian sadari,
atau mungkin kalian pura-pura tidak sadar, tertawa itu bisa menghilangkan stress, badmood, dan berbagai macam hal-hal yang mengganggu pikiran untuk
sementara. Gue pernah coba itu dan hasilnya berhasil. Tertawa bukan sembarang
tertawa. Untuk mengeluarkan jurus yang sempurna, ini tidak hanya membutuhkan
energi. Tapi tertawa juga membutuhkan objek. Nggak mungkin lagi gue badmood
tiba-tiba maksain ketawa-ketawa sendiri. Kalau orang tua gue melihat gue
seperti itu mungkin mereka buru-buru ngambil handphone dan langsung menelpon
rumah sakit jiwa. Sungguh ironis.
Ketika kamu benar-benar
sendiri, ketika kamu benar-benar stress, dan tidak ada yang bisa membantu, maka
carilah objek dan persiapkan energi untuk mengeluarkan emosi yang terpendam
(gue lebih sering menyebutnya dengan jurus tertawa), setelah emosi yang
terpendam itu keluar, pasti kamu akan merasa lebih baik dari sebelumnya.
Karena suatu hal
mutlak. Dibalik kesedihan dan kesusahan pasti ada kebahagiaan. Tertawalah jika
kamu masih bisa tertawa. Dan berhati-hatilah tertawa berlebihan bisa
menyebabkan kesedihan. Begitu juga dengan sedih berlebihan pasti akan
menimbulkan tawa setelah sedih. Karena gue percaya, setelah panas pasti ada
hujan, dan setelah hujan masih ada pelangi.
No comments:
Post a Comment