Wednesday, April 10, 2013

Dinosaurus Sahabat

               Jadi orang yang cupu itu nggak enak banget. Waktu pertama kali masuk SMP gue bener-bener cupu abis. Gue hitam, kecil, gigi berantakan sampai ada gigi yang tumbuh di lidah, rambut agak klimis, dan sulit untuk bergaul dengan siswa-siswa gaul di sekolah gue waktu itu. Gue lebih mirip dengan sikat kloset yang selalu menyendiri di sudut kamar mandi. Kayaknya sih gitu

            Karena gue sulit untuk bergaul, teman yang gue punya di SMP pun nggak banyak. Oleh karena itu, berbeda dengan teman-teman gue yang lain, mereka sepulang sekolah pasti nongkrong di suatu tempat. Entah dimana. Sedangkan gue berangkat-sekolah-pulang. Mungkin karena gue masih takut akan dunia luar yang pada saat itu lagi jaman yang namanya tawuran. Gue pernah melihat aksi teman gue yang mengerikan.

Di tengah lapangan Franky memutar-mutarkan ikat pinggang layaknya seorang cowboy. Seperti sedang tawuran dan seperti banyak musuh didepannya, dia berteriak “MAJU LOOO MAJU LOO!!!”. Semakin cepat dia memutarkan ikat pinggangnya, semakin keras Franky berteriak, ikat pinggang itu tiba-tiba menjuntai tepat ke hidung dia sendiri sampai hidungnya lenyap seperti Voldemort. Setelah kejadian ini, gue semakin takut untuk bermain dengan teman di sekolah, dan lebih memilih menyendiri.

Sepulang dari sekolah, gue biasanya bermain dengan robot-robotan yang gue punya. Gue bermain dengan robot layaknya robot itu hidup. Robot Power Ranger di tangan kanan dan robot anjing biru hadiah dari McD di sebelah kiri. Ini seperti menjadi sebuah cerita “Power Ranger vs Anjing”.

Kira-kira seperti ini naskah cerita “Power Ranger VS Anjing”:

Power ranger merah: “Ayo serang anjing itu!!!”
Power ranger biru : “Memangnya apa salah dia sampai kita harus menyerang dia?!”
Power ranger pink: “Iya kan kasihan dia.”
Tamat.


Gue bermain dengan robot cukup lama, kira-kira dalam satu hari menghabiskan waktu 5 menit. Ini waktu yang cukup lama dan sangat melelahkan. Terlalu lelahnya gue, membuat gue tidur selama 4 hari.


WTF!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! zzzzzzzZZZZZZZZZZzzzzzzzzzzzzzzz


Di malam yang indah, gue bermain di sekitar rumah ditemani bulan, bintang, dan bayangan diri gue sendiri. Seperti yang gue bilang, gue emang penyendiri. Lagi asyik bermain, tiba-tiba gue melihat benda aneh yang cukup besar. Karena penasaran, gue mendekati benda tersebut. Dan ternyata itu adalah............................................... telur dinosaurus yang sudah agak retak. Ini dia gambarnya:




Awalnya gue takut, karena gue membayangkan setelah telur ini menetas, dinosaurus akan memangsa gue hidup-hidup. Namun, setelah gue perhatikan, dugaan gue itu tidak benat. Satu kaki mungil keluar, dua kaki mungil keluar, lalu dia berlari, gue terdiam. Dia menangis, gue tersenyum. Dia berduka, gue bahagia. Dia pergi, gue kembali. Mungkin kita tak akan bersama.

Gue bahas apa tadi? Maaf nulis sambil galau.

Setelah dinosaurus itu keluar dari telurnya, dia melihat ke arah gue. Gue melihat ke arah dia. Seperti mata kita saling bicara... lalu dia mendekati gue, dia menyentuh jemari kaki gue, dan dia memakan jempol kaki gue yang baunya seperti kumpulan makanan basi yang di kumpulkan pada suatu ruangan yang terbuat dari sampah. Entahlah... kemudian dia pingsan.

Gue membawa dia ke rumah dan merawat Dino layaknya seorang ibu. Gue bermain bersama-sama setiap hari dengan Dino. Sampai dia berusia 17 tahun gue masih sering main bareng Dino. Karena dia sudah ABG, gue jadi sering curhat tentang gebetan, dan malam minggu gue lebih sering dihabiskan bermain bersama Dino. Dari mulai nongkrong di pos RT sampai nongkrong di Kemang.

Susah senang kita lalui bersama seperti sepasang sahabat yang tidak bisa dipisahkan. Kenapa gue yakin Dino itu sahabat terbaik gue? Karena dia selalu ada buat gue disaat senang maupun susah. Pernah disaat tangan gue sakit dan tidak bisa melakukan aktivitas dengan tangan, dia ada untuk gue. Dari mulai gue disuapin sampai gue dimandiin. Pokoknya lengkap. Ini dia yang namanya sahabat.

Gue menganggap Dino sebagai sahabat sejati. Karena dia selalu menemani gue sepanjang tidur gue, sampai gue sadar dari mimpi gue, dan terbangun dari tidur selama 4 hari.

Jatuh Untuk Cinta


              Setiap manusia yang normal pasti akan ada masanya untuk merasakan jatuh cinta. Karena gue normal, gue udah pernah melalui masa-masa jatuh cinta. Dari mulai jatuh cinta sama cewek berjilbab, berambut panjang, berambut pendek, sampai yang botak licin. Tapi gue yakin jatuh cinta-jatuh cinta yang gue alami ini bukan jatuh cinta yang serius. Inilah jatuh cinta yang sering dialami ABG, yap betul.... cinta monyet.

             Cinta monyet bukan berarti gue cinta sama monyet. Kalau masih ada yang belum ngerti apa itu cinta monyet, cari di wikipedia sekarang juga. Gue sebagai cowok normal, masa-masa ABG gue diwarnai dengan nuansa cinta. Gue termasuk cowok yang cepat jatuh cinta, cepat bosan dengan orang yang gue cinta, cepat putus cinta, dan cepat jatuh cinta lagi.

            Gue pernah jatuh cinta sama cewek yang menjadi teman sekelas gue waktu itu.  Lebih tepatnya gue jatuh cinta pada pandangan pertama. Cewek ini bernama Naya. Cewek cantik berambut panjang, cowok mana yang nggak tertarik ketika pertama kali melihat dia? Mungkin hanya homo dan sejenisnya yang tidak tertarik. Disitu gue yakin, dalam satu sekolah, bukan cuma gue yang tertarik sama Naya. Dan disinilah persaingan dimulai.

Di kelas, gue jadi sering merhatiin dia. Sesekali gue mencuri pandangan. Saat dia asik menulis, gue liatin dia. Saat dia membaca buku, gue liatin dia. Lalu saat dia melihat kearah gue, gue langsung buru-buru buang muka sampai salah satu bola mata gue copot entah kemana. Ya, jatuh cinta diam-diam itu emang nggak enak.

Gue beruntung bisa jatuh cinta sama cewek yang satu kelas sama gue. Karena frekuensi gue untuk bertemu dengan si doi pasti lebih banyak. Gue sebagai cowok lugu nan cupu nggak tau harus berbuat apa supaya bikin Naya juga suka sama gue.  Pernah di jam istirahat dia menghampiri gue,
Dan dia bilang “Fajri, kok diem aja? Nggak jajan? Temenin Naya jajan yuk.”

Gue speechless, gue seneng setengah mampus, saking senengnya gue langsung pingsan dengan keadaan celana basah agak bau pesing. Dan akhirnya pun kesempatan pertama buat ngedeketin Naya terbuang sia-sia.

Senin berganti selasa, selasa berganti rabu, sampai seterusnya gue belum pernah bisa ngedeketin orang yang gue kagumi. Sampai akhirnya gue tau, dia jadian sama cowok keren kelas sebelah. Karena gue belum terlalu mengerti cinta, hati gue sedikitpun tidak remuk melihat Naya dengan cowok lain. Dan pada akhirnya gue cuma bisa jatuh cinta diam-diam.

Berbeda dengan teman sebangku sekaligus temang seperjuangan gue, Dika. Dia lebih ngerti soal cinta. Dia bisa dengan mudah mengungkapkan perasaan ke cewek yang dia suka. Disaat gue lagi jatuh cinta diam-diam dengan Naya, dia udah jadian dengan cewek yang menurut gue biasa-biasa aja sih di kelas.

Mungkin banyak yang beranggapan kalau jatuh cinta dengan teman sekelas itu enak, karena sering bertemu satu sama lain. Selain itu juga lebih mudah buat menarik perhatian si cewek. Tapi, tapi, tapi, tapi, tapi terlalu sulit untuk pemula seperti gue.

Karena gue cuma jatuh cinta diam-diam, maka gue cuma jatuh untuk cinta.
Gue jatuh cinta sama seseorang, dan harus merelakan dia bahagia bersama cowok lain. Ya... mungkin ini yang dinamakan jatuh untuk cinta.

Karena suatu hal mutlak. Dibalik kesedihan dan kesusahan pasti ada kebahagiaan. Tertawalah jika kamu masih bisa tertawa. Dan berhati-hatilah tertawa berlebihan bisa menyebabkan kesedihan. Begitu juga dengan sedih berlebihan pasti akan menimbulkan tawa setelah sedih. Karena gue percaya, setelah panas pasti ada hujan, dan setelah hujan masih ada pelangi.

Ayo Tertawa


              Kalau sudah malam itu tidur. Nah, pagi-pagi harus bangun dari tidur. Karena nggak akan ada “bangun tidur” kalau nggak “tidur”. Tapi kalau nggak ada “tidur” itu pasti nggak ada “bangun tidur”. Ini maksudnya apa? Ini nggak penting banget. Gue juga males bahasnya.

              Biasanya kalau pagi itu waktunya gue bangun dari tidur. Seperti layaknya manusia labil yang butuh kasih sayang, yang gue check setelah bangun dari tidur adalah burung gue. Ini bukan burung biasa, ini burung biru. Hmm you know lah ini Twitter kok. Setelah liat burung, gue langsung mandi. Sebelum mandi pasti gue pergi ke kamar mandi dulu. Nggak mungkin kan gue langsung mandi di kasur? Nah di kamar mandi gue check burung lagi. Sebelum tambah macem-macem mendingan gausah dibahas ya apa yang terjadi di kamar mandi.
            Setelah mandi biasanya gue bercermin dan menertawakan diri gue sendiri yang aneh banget wujudnya. Dari muka gue yang nggak simetris, sampai gigi gue yang nggak simetris. Gue tertawa sepanjang cermin....

            Ditemani Spongebob Squarepants, gue sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Setiap sarapan, memang gue selalu ditemenin sama kartun Spongebob Squarepants. Pagi hari gue selalu diawali dengan menertawakan tingkah laku makhluk-makluk laut yang hidup dalam satu komplek.

            Kartun Spongebob Squarepants itu gue nggak ngerti apa jalan pikiran si penulis cerita. Ada busa berwarna kuning, gurita, dan bintang laut yang tinggal dalam satu RT sepertinya. Yang paling gue nggak ngerti itu kenapa ada tupai di dalam laut? Kenapa? Apa maksudnya? Dari mana dia datang?

            Cukup lelah mengocok perut, biasanya gue pergi ke sekolah menggunakan byson terbang. Agak mirip Avatar sih tapi gue hitam, tidak botak, dan tidak punya jurus pengendalian apapun. Satu-satunya jurus yang gue punya cuma tertawa.

            Jika ada orang menyepelekan tertawa, justru gue punya jurus yang namanya tertawa. Mengapa demikian? Mengapa ini termasuk ke dalam kategori jurus? Karena tertawa mengeluarkan energi. Karena tertawa itu adalah emosi yang menyenangkan dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Kayaknya sih gitu.


            Tanpa kalian sadari, atau mungkin kalian pura-pura tidak sadar, tertawa itu bisa menghilangkan stress, badmood, dan berbagai macam hal-hal yang mengganggu pikiran untuk sementara. Gue pernah coba itu dan hasilnya berhasil. Tertawa bukan sembarang tertawa. Untuk mengeluarkan jurus yang sempurna, ini tidak hanya membutuhkan energi. Tapi tertawa juga membutuhkan objek. Nggak mungkin lagi gue badmood tiba-tiba maksain ketawa-ketawa sendiri. Kalau orang tua gue melihat gue seperti itu mungkin mereka buru-buru ngambil handphone dan langsung menelpon rumah sakit jiwa. Sungguh ironis.

            Ketika kamu benar-benar sendiri, ketika kamu benar-benar stress, dan tidak ada yang bisa membantu, maka carilah objek dan persiapkan energi untuk mengeluarkan emosi yang terpendam (gue lebih sering menyebutnya dengan jurus tertawa), setelah emosi yang terpendam itu keluar, pasti kamu akan merasa lebih baik dari sebelumnya.

            Karena suatu hal mutlak. Dibalik kesedihan dan kesusahan pasti ada kebahagiaan. Tertawalah jika kamu masih bisa tertawa. Dan berhati-hatilah tertawa berlebihan bisa menyebabkan kesedihan. Begitu juga dengan sedih berlebihan pasti akan menimbulkan tawa setelah sedih. Karena gue percaya, setelah panas pasti ada hujan, dan setelah hujan masih ada pelangi.

Click here