Sebenarnya ini
bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang
ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang
pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu
itu.Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,adalah kenyataan
bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri
seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa
setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa
kosong melompong, hilang isi. Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang
tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali
ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah
kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak
megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini. Mereka mengira aku lah
kekasih yang baik bagimu sayang,tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang
menjadikan aku kekasih yang baik. mana mungkin aku setia padahal memang
kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga
aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu
seperti ini.Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu
tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. selamat jalan sayang, cahaya
mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan, calon bidadari surgaku...Friday, March 14, 2014
Puisi dari Habibie
Sebenarnya ini
bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang
ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang
pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu
itu.Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,adalah kenyataan
bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri
seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa
setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa
kosong melompong, hilang isi. Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang
tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali
ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah
kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak
megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini. Mereka mengira aku lah
kekasih yang baik bagimu sayang,tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang
menjadikan aku kekasih yang baik. mana mungkin aku setia padahal memang
kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga
aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu
seperti ini.Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu
tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. selamat jalan sayang, cahaya
mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan, calon bidadari surgaku...
Subscribe to:
Comments (Atom)